Salah satu tuntutan seorang guru sebagai wujud profesionalismenya adalah memenuhi kewajiban administratif. Kewajiban tersebut meliputi pembuatan perangkat pembelajaran, mengolah nilai, menganalisis perkembangan peserta didik, dan sebagainya. Pada hakikatnya sebuah perangkat pembelajaran hanya sekedar alat untuk memudahkan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun, kadang kala disalahartikan bahwasannya perangkat pembelajaran hanyalah sekedar formalitas sebagai prasyarat untuk mendapatkan tunjangan profesionalismenya.
Bilik Pendidikan
mengeja, melafal, dan memoar didik-ajar
Senin, 02 Juni 2014
Edutainment: Solusi Mengakali Jam Terakhir
Mendapatkan jadwal mengajar pada jam terakhir menjadi
tantangan tersendiri bagi guru. Dengan kondisi siswa maupun yang lelah dan
konsentrasinya mulai melemah, sementara guru dituntut untuk menuntaskan beban
tugas mengajarnya. Tak banyak guru yang mengisi jam terakhir hanya sekedar
untuk mencatat materi, atau memberi pekerjaan rumah. Wal hasil, kegiatan
pembelajaran yang berlangsung kurang efektif.
Media Pembelajaran Interaktif: IPA
Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran berbasis IT,
sehingga menjadi hal yang mutlak bagi guru untuk bisa menguasai teknologi
pendidikan. Salah satu terobosan terbaru dalam dunia pendidikan adalah
penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan berbasis IT. Dalam berbagai penelitian
menyebutkan bahwa media pembelajaran memiliki pengaruh positif terhadap
prestasi maupun tingkat pemahaman siswa.
Jumat, 30 Mei 2014
Keterampilan sebagai Modal Skill Berwirausaha
![]() |
| Illustrasi |
Mata pelajaran Keterampilan berisi kumpulan bahan kajian yang
memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat suatu benda kerajinan dan
teknologi. Mata pelajaran keterampilan memiliki fungsi mengembangkan
kreativitas, mengembangkan sikap produktif, mandiri, dan mengembangkan sikap
menghargai berbagai jenis keterampilan/pekerjaan dan hasil karya. Keterampilan
diberikan kepada peserta didik berupa teori tentang pengertian, jenis, fungsi,
bahan, alat, dan teknik membuat benda.
Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar
Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara
signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran,
pengujian, atau evaluasi. Sementara autentik merupakan
sinonim dari asli, nyata, valid, atau
reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih
bermakna secara signifikan dibandingkan
dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun.
Pendekatan Scientific dalam Kurikulum 13
Langganan:
Postingan (Atom)



